Jumat, Juni 10

Kebaikan Yang Terhalangi - Lentera

Terkadang dunia ini membuat kita jahat. Jahat karena lupa. Jahat karena kuasa. Kita menjadi semena - mena terhadap sesama. Kita menjadi menakutkan sebab melukai dan membuat orang lain menderita. Mungkin dimasa lalu kita pernah dilukai oleh orang lain. Namun Tuhan tak pernah benarkan alasan apapun untuk melukai dan menganiaya orang lain tanpa haknya.

Puisi ini saya dedikasikan bagi para korban kekuasaan di Palestina. Yang mana dalam pembuatan puisi ini hati dan mata saya pun ikut berduka. Mungkin karena keterbatasan yang saya miliki secara fisik saya tidak mampu menjadi relawan bagi korban disana. Melalui puisi ini semoga bisa sedikit membuka mata para penguasa dan para sahabat sekalian untuk lebih jauh merasakan penderiataan yang dialami oleh sahabta kita disana. Semoga Tuhan senantiasa melindungi kebaikan di muka bumi dan menjauhkannya dari kerusakan.
Keras larang baik berlalu
Keras bungkam baik bersatu
Luka jiwa merdeka
Kuasa cipta sengsara

    Apa hendak hancurkan smua
    Lebur anak harapan bangsa
    Apa senjata jadikan raja
    Tindas bunuh jiwa tanpa dosa
    Tak cukup tanah berlimpah
    Apa harga setara darah
    Merah luka Palestina
    Darah suci tanpa dosa

Apa murka jadikan dusta
Hilang nurani cencang manusia
Halangkan jasa untuk kebaikan
Tuntaskan dendam laku penindasan

    Sungguh keji laku insani
    Tak kenal asasi cipta tragedi
    Bantai nyawa membabi buta
    Rantai bebas basmi manusia
    Apa ini jadikan senyuman
    Tak cukupkah darah tumpah
    Sungguh kehinaan dalam berlaku
    Cabut nyawa tanpa restu

Marmara hanya coba menghibur
Bukan bencana ancaman terukur
Tersiksa dan cipta terluka
Tertindas terinjak terlupa semata Sebagai manusia biasa mungkin tidak banyak yang bisa saya bagikan pada Sahabat. Melalui sedikit tulisan saya dalam blog ini semoga bisa memunculkan semangat serta motivasi dalam diri Sahabat untuk tidak bosan - bosannya berbuat kebaikan dimuka bumi.

Tidak ada komentar: