Terkadang dunia ini membuat kita jahat. Jahat karena lupa. Jahat karena kuasa. Kita menjadi semena - mena terhadap sesama. Kita menjadi menakutkan sebab melukai dan membuat orang lain menderita. Mungkin dimasa lalu kita pernah dilukai oleh orang lain. Namun Tuhan tak pernah benarkan alasan apapun untuk melukai dan menganiaya orang lain tanpa haknya.
Puisi ini saya dedikasikan bagi para korban kekuasaan di Palestina. Yang mana dalam pembuatan puisi ini hati dan mata saya pun ikut berduka. Mungkin karena keterbatasan yang saya miliki secara fisik saya tidak mampu menjadi relawan bagi korban disana. Melalui puisi ini semoga bisa sedikit membuka mata para penguasa dan para sahabat sekalian untuk lebih jauh merasakan penderiataan yang dialami oleh sahabta kita disana. Semoga Tuhan senantiasa melindungi kebaikan di muka bumi dan menjauhkannya dari kerusakan.
Keras larang baik berlalu
Keras bungkam baik bersatu
Luka jiwa merdeka
Kuasa cipta sengsara
Apa hendak hancurkan smua
Lebur anak harapan bangsa
Apa senjata jadikan raja
Tindas bunuh jiwa tanpa dosa
Tak cukup tanah berlimpah
Apa harga setara darah
Merah luka Palestina
Darah suci tanpa dosa
Apa murka jadikan dusta
Hilang nurani cencang manusia
Halangkan jasa untuk kebaikan
Tuntaskan dendam laku penindasan
Sungguh keji laku insani
Tak kenal asasi cipta tragedi
Bantai nyawa membabi buta
Rantai bebas basmi manusia
Apa ini jadikan senyuman
Tak cukupkah darah tumpah
Sungguh kehinaan dalam berlaku
Cabut nyawa tanpa restu
Marmara hanya coba menghibur
Bukan bencana ancaman terukur
Tersiksa dan cipta terluka
Tertindas terinjak terlupa semata Sebagai manusia biasa mungkin tidak banyak yang bisa saya bagikan pada Sahabat. Melalui sedikit tulisan saya dalam blog ini semoga bisa memunculkan semangat serta motivasi dalam diri Sahabat untuk tidak bosan - bosannya berbuat kebaikan dimuka bumi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar